HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
EMAIL
ALUMNI
GALLERY
MENU PEMBELAJARAN
CARRIER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.80.96.153
Pengunjung : 519.746






Komentar Terbaru :




Newsflash :
SELAMAT KPD SD TARAKANITA 5 JKT YG TELAH MERAIH PRESTASI JUARA FAVORITE GREENMECH, JUARA 2 GREENMECH, JUARA 2 ROBOT FOR MISSION DLM KOMPETISI NASIONAL 2018 GREENMECH & RTM(ROBOT FOR MISSION)YG DISELENGGARAKAN OLEH RUMAH EDUKASI DI UNIV.TARUMANEGARA PD 19/5/18             |             Proficiat kpd Wilhelmine Maria Loe dan Anna Maria Agra Nathanniela(SMA Stella Duce 1, Yogyakarta)yg memperoleh nilai tertinggi dan peringkat 3 UNBK SMA 2018 Jurusan Bahasa dan Budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta             |             PROFICIAT KPD LIDIA SANTOSO ( SMA STELLA DUCE 1, YOGYAKARTA ) YG MEMPEROLEH NILAI TERTINGGI UNBK SMA 2018 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA             |             SISWA - SISWI SD, SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2018             |             SISWA - SISWI SMP, SELAMAT MENEMPUH UNBK 2018             |             UNTUK PUTRA - PUTRI SMA, SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL 2018             |             SISWA - SISWI SMK TARAKANITA JAKARTA & SMK PIUS X MAGELANG, SELAMAT MENEMPUH UNBK 2018             |             PROFICIAT KPD TK TARAKANITA SOLO BARU, MENJADI JUARA I LOMBA KOOR TINGKAT KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2018             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SISWI SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA, PESERTA BEASISWA TARAKANITA-HARIMA, JAPAN) SEBAGAI JUARA PERTAMA (GOLD AWARD) SEKALIGUS JUARA FAVORIT (AUDIENCE AWARD) DALAM SPEECH CONTEST BAHASA JEPANG DI HIMEJI CITY, HYOGO, JEPANG             |             SELAMAT KEPADA SD TARAKANITA 3 ATAS PENGHARGAAN SEBAGAI SEKOLAH PEDULI KEBERSIHAN PROVINSI DKI JAKARTA 2017

Artikel :



PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) APA MANFAATNYA?


Rabu; 11 October 2017 [P. Budi Winarto, SMP PENDOWO NGABLAK] - Artikel Umum

Penelitian Tindakan kelas (PTK) atau Classroom action research merupakan salah satu perspektif baru dalam penelitian yang mencoba menjembatani antara teori dan praktik dalam bidang pendidikan (Dimyati, 2000). Tujuan penelitian ini semata-mata untuk melakukan perbaikan realitas sosial di depan kelas, terlebih tentang struktur perilaku peserta didik. Karena dalam keseharian guru bergumul dengan perencanaan program belajar mengajar, melaksanakan dan memimpin kegiatan belajar mengajar, dan menafsirkan serta memanfaatkan hasil penilaian kemajuan belajar mengajar. Maka sangatlah tepat bila Classroom action research yang konon berawal dari dibentuknya jejaring penelitian tindakan kelas yang berpusat di Cambridge Institut tahun 1976 dijadikan strategi bagi pengembangan profesionalitas guru.

Yang jelas ada beberapa keuntungan yang diperoleh bila guru bersedia melaksanakan penelitian semacam ini: (1) Guru akan senantiasa menyikapi segala permasalahan yang ditemui dalam menjalankan tugasnya secara ilmiah hingga memperoleh solusi sebaik-baiknya; (2) Guru menjadi terobsesi untuk dapat meningkatkan kualitas kinerjanya; (3) Guru tidak mudah terjebak pada penarikan kesimpulan yang gegabah, karena selalu berpegang pada analisis berdasar data yang akurat; (4) Guru akan berusaha membangun kesejawatan dengan bijaksana, artinya dapat menyadari kekurangan sendiri dan kelebihan orang lain dalam arti positif; (5) Guru selalu berpikir ulang (reflektif) terhadap apa yang telah dilakukannya selama ini.

Poin yang terakhir inilah sebanarnya rangkuman dari poin-poin sebalumnya. Kemampuan berefleksi di sini dimaknai mengendapkan arti manusiawi  dengan materi yang diajarkan. Ada ikhtiar menemukan dan meneliti pola, hubungan, fakta, pernyataan, pengertian, kesimpulan, masalah, pemecahan, dan implikasi mata pelajaran tertentu yang dipegang. Dengan begitu guru menjadi tidak enggan untuk melakukan perubahan-perubahan dalam praktik pembelajarannya sesuai kondisi kelasnya. Guru benar-benar akan memahami apa yang terjadi di kelas dan meningkatkannya menuju kearah perbaikan-perbaikan secara professional. Bahkan MC Nifi (1992) menyatakan bahwa dengan melakukan refleksi untuk mendiagnosa keadaan, kemudian mencobakan secara sistematis berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas, maka dimungkinkan adanya perbaikan yang diperlukan.

Jadi jangan dibayangkan kalau Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom action research itu bentuk penelitian yang rumit dengan memakai standar validitas-reliabilitas baku dan analisis yang membuat kepala pusing. Sebaliknya PTK terfokus pada permasalahan yang spesifik dan kontekstual sehingga kerepresentatifan sampel pun boleh agak dikesampingkan. Guru hanya dianjurkan untuk lebih berani bereksperimentasi dengan treatment-treatment tertentu yang direncanakan, dan dievaluasi, sehingga nantinya diperoleh umpan balik (feedback) yang sistematis mengenai apa yang selama ini dilakukan dalam proses belajar mengajar. Sekaligus guru dapat membuktikan apakah teori belajar mengajar yang diaplikasikan di suatu kelas tertentu sudah cocok atau belum. Seperti misalnya dalam hal metode pemberian tugas, metode pengajaran, model presensi dan sebagainya.

Kesuksesan dalam melakukan penelitian tidakan kelas atau Classroom action research sudah barang tentu akan meningkatkan derajat kemampuan profesionalitas seorang guru disamping kepuasan intelektual maupun material.

Lalu bagaimana kita, para guru di Yayasan Tarakanita, sudahkah mencoba melakukan Penelitian Tindakan Kelas?  SEMOGA!

(Dari berbagai sumber)

 

Paulus Budi Winarto

Guru SMP Pendowo Ngablak-Magelang.







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :