HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
EMAIL
ALUMNI
GALLERY
MENU PEMBELAJARAN
CARRIER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.92.128.223
Pengunjung : 327.329






Komentar Terbaru :




Newsflash :
PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMP : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMA : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SMA STELLA DUCE 2) & LIDWINA AYKE WINAHYU (SMA STELLA DUCE 1) YG MENDAPAT KESEMPATAN MENEMPUH PENDIDIKAN SELAMA 1 TAHUN DI HYOGO KEN HARIMA, JEPANG             |             PROFICIAT UTK KORPS PUTRI TARAKANITA YG MENJADI JUARA FAVORIT DAN JUARA III FRONT ENSEMBLE DLM GRAND PRIX MARCHING BAND (GPMB) 2016             |             SMA TARAKANITA GADING SERPONG TGR MERAIH JUARA 1 OLIMPIADE SOSIOLOGI TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK REYNARD ARDIAN SIMANJUNTAK (SMP STELLA DUCE 1,YK) YG MERAIH JUARA 1 TINGKAT NASIONAL DLM LOMBA INDONESIA ROBOTIK OLIMPIADE DI SURABAYA             |             PROFICIAT UTK SMP ST.CAROLUS SBY ATAS PRESTASI WILLIAM SETIADJI YG MERAIH 'JUARA II' & RAYMOND VALENTINO YG MERAIH 'JUARA I DAN BEST EXPERIMENT' DLM INDONESIA SCIENCE AND MATHEMATICS OLYMPIAD CHALLENGE 2016 TINGKAT NASIONAL             |             PROFICIAT UTK SMP TAR 1 JKT YG MERAIH 'JUARA I GITAR SOLO' DLM FLS2N TINGKAT PROVINSI DKI             |             PROFICIAT KPD CLARISSA FELICIA (KELAS XII MIPA4 SMA STELLA DUCE I,YK) YG MERAIH JUARA II OLIMPIADE BIOLOGI TINGKAT NASIONAL DI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK VOCAL GROUP : SMP TARAKANITA 4 (JUARA I), SMP TARAKANITA 3 (JUARA II), SMP TARAKANITA 5 (JUARA III) DALAM FLS2N TINGKAT PROVINSI DKI JAKARTA

Artikel :



Pembentukan Karakter Melalui Dongeng


Rabu; 07 December 2016 [P. Budi Winarto, SMP PENDOWO NGABLAK] - Artikel Umum

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng adalah hasil sastra lisan yang sudah dikenal sejak zaman dahulu dan disampaikan turun temurun dari mulut ke mulut. Dongeng merupakan hasil imajinasi yang tidak diketahui siapa pengarangnya (anonim). Sedangkan mendongeng adalah kegiatan menceritakan dongeng.

Zaman dahulu, mendongeng merupakan seni penghibur di kalangan keluarga kerajaan. Ketika raja sedang berduka, seorang pendongeng diundang ke istana untuk bercerita, karena itu dongeng dijadikan obat pelipur lara. Hidup para pendongeng dijamin oleh raja, bahkan mereka diberi gelar kehormatan dan mempunyai kedudukan penting sebagai juru hibur kerabat raja.

Seiring dengan perkembangan zaman, dongeng bukan lagi milik kerabat kerajaan semata, namun telah menjadii milik masyarakat luas. Kini siapapun bisa menikmati dongeng. Dongeng juga sering hadir di berbagai panggung hiburan anak-anak, televise, radio, dan lain-lain. Di sekolah, guru pun sering menyampaikan dongeng pada murid-muridnya untuk mengajarkan ilmu pengetahuan, budi pekerti, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Secara garis besar, dongeng dibagi menjadi lima jenis, yaitu:

  1. Legenda adalah dongeng yang menceritakan asal mula suatu tempat, misalnya  Asal Mula Rawapening, Legenda Danau Toba, dan sebagainya
  2. Fabel adalah dongeng yang tokohnya binatang, namun dapat berbicara dan berperilaku seperti manusia. Contoh fable yaitu Si Kancil dan Buaya, Serigala dan Tiga Babi Kecil, Sang Kodok, dan sebagainya.
  3. Mite adalah dongeng yang bercerita tentang para dewa dan mitos yang berkembang di masyarakat. Contohnya dongeng Dewi Sri, Nyi Roro Kidul, dan sebagainya.
  4. Cerita Rakyat adalah dongeng yang berasal dari suatu daerah tertentu, misalnya Malin Kundang dari Sumatera Barat, dan sebagainya.
  5. Pelipur Lara merupakan dongeng yang disajikan sebagai pengisi waktu istirahat untuk menghibur orang yang sedang sedih, misalnya di daerah Sumatera Barat dikenal dengan istilah juru pantun, dan sebagainya.

Manfaat Belajar Mendongeng

Mendongeng atau bercerita bukan hanya untuk menghibur saat sedang berduka, tetapi bisa dijadikan kegiatan belajar di kelas. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia, khususnya keterampilan berbicara. Selain itu, kegiatan mendongeng di depan kelas berimplikasi pada keterampilan berbahasa lisan, yaitu keterampilan menyimak, membaca, dan menulis.

Manfaat mendongeng bagi siswa dapat dideskripsikan sebagai berikut:

  1. Keterampilan Berbicara

Manfaat utama dari kegiatan mendongeng di depan kelas adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara. Siswa dilatih untuk mampun berbicara di depan banyak orang menggunakan bahasa Indonesia yang baik, sistematis, dan menarik. untuk dapat membawakan dongeng dengan baik, siswa harus memahami dan menghayati dongeng tersebut, juga memperhatikan artikulasi (kejelasan ucapan), intonasi (lagu kalimat), dan mimic (ekspresi wajah). Untuk itu siswa harus berlatih dahulu di rumah, dengan membaca, menghapal, dan memahami karakter tokoh-tokoh yang akan didongengkan.

 

  1. Keterampilan Menyimak

Melalui kegiatan mendengarkan pembacaan dongeng, siswa dilatih untuk menyimak. Siswa yang tidak mendapat giliran mendongeng diharuskan menyimak dongeng yang dibawakan oleh kawannya, kemudian dituliskan kembali sebagai laporan.

  1. Keterampilan Membaca

Dongeng yang akan dibawakan oleh siswa di depan kelas bisa diperoleh dari buku cerita, majalah, Koran, dan bahan bacaan lainnya. Untuk itu siswa dituntut untuk memahami naskah dongeng sebaik-baiknya, hapal alur (jalan cerita), mengenal karakter masing-masing tokoh cerita, dan dapat menangkap amanat yang terdapat di dalam naskah dongeng tersebut.

  1. Keterampilan menulis

Meski kegiatan mendongeng fokusnya pada keterampilan berbicara, namun keterampilan menulis pun bisa terangkum juga. Siswa yang sudah membaca naskah dongeng dilanjurkan untuk menuliskan ringkasan ceritanya (sinopsis). Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat mendongeng dengan lebih lancar. Di samping itu, siswa diharap membuat laporan kegiatan pembelajaran mendongeng. Dongeng yang dibawakan oleh kawannya harus ditulis ringkasan ceritanya.

 

Melalui pembelajaran mendongeng, siswa dituntut untuk terampil berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Jika pembelajaran mendongeng tersebut dilaksanakan dengan baik, maka keempat keterampilan berbahasa tersebut dapat dimiliki oleh siswa. Selain itu, dengan pembelajaran mendongeng siswa akan tumbuh kecintaannya terhadap dongeng. Dongeng juga dapat dimanfaatkan untuk membentuk karakter peserta didik.

 

Paulus Budi Winarto

Guru SMP Pendowo Ngablak







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :