HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
EMAIL
ALUMNI
GALLERY
MENU PEMBELAJARAN
CARRIER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

Informasi PPDB


DAFTAR UNIT :



IP Address : 54.92.128.223
Pengunjung : 327.336






Komentar Terbaru :




Newsflash :
PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMP : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PUTRA-PUTRI PESERTA DIDIK JENJANG SMA : SELAMAT MENEMPUH UNBK 2017, SEMOGA SUKSES             |             PROFICIAT KEPADA VENERINI RANUM CLASSY DEWI (SMA STELLA DUCE 2) & LIDWINA AYKE WINAHYU (SMA STELLA DUCE 1) YG MENDAPAT KESEMPATAN MENEMPUH PENDIDIKAN SELAMA 1 TAHUN DI HYOGO KEN HARIMA, JEPANG             |             PROFICIAT UTK KORPS PUTRI TARAKANITA YG MENJADI JUARA FAVORIT DAN JUARA III FRONT ENSEMBLE DLM GRAND PRIX MARCHING BAND (GPMB) 2016             |             SMA TARAKANITA GADING SERPONG TGR MERAIH JUARA 1 OLIMPIADE SOSIOLOGI TINGKAT NASIONAL YG DISELENGGARAKAN OLEH UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK REYNARD ARDIAN SIMANJUNTAK (SMP STELLA DUCE 1,YK) YG MERAIH JUARA 1 TINGKAT NASIONAL DLM LOMBA INDONESIA ROBOTIK OLIMPIADE DI SURABAYA             |             PROFICIAT UTK SMP ST.CAROLUS SBY ATAS PRESTASI WILLIAM SETIADJI YG MERAIH 'JUARA II' & RAYMOND VALENTINO YG MERAIH 'JUARA I DAN BEST EXPERIMENT' DLM INDONESIA SCIENCE AND MATHEMATICS OLYMPIAD CHALLENGE 2016 TINGKAT NASIONAL             |             PROFICIAT UTK SMP TAR 1 JKT YG MERAIH 'JUARA I GITAR SOLO' DLM FLS2N TINGKAT PROVINSI DKI             |             PROFICIAT KPD CLARISSA FELICIA (KELAS XII MIPA4 SMA STELLA DUCE I,YK) YG MERAIH JUARA II OLIMPIADE BIOLOGI TINGKAT NASIONAL DI YOGYAKARTA             |             PROFICIAT UTK VOCAL GROUP : SMP TARAKANITA 4 (JUARA I), SMP TARAKANITA 3 (JUARA II), SMP TARAKANITA 5 (JUARA III) DALAM FLS2N TINGKAT PROVINSI DKI JAKARTA

Artikel :



Yuk... Mendisiplinkan Anak Dengan Cara Yang Positif


Senin; 17 July 2017 [P. Budi Winarto, SMP PENDOWO NGABLAK] - Artikel Umum

Anak-anak berasal dari surga. Begitu kata John Gray, dalam bukunya Children Are From Heaven. Sebagai orang tua kita mestinya memiliki keyakinan bahwa anak-anak pada dasarnya adalah baik. Mereka adalah malaikat-malaikat kecil yang siap diarahkan kearah yang baik atau kearah yang buruk. Adanya sikap menentang atau memberontak dalam diri anak bukanlah sifat alami mereka. Jika hal itu terjadi ada baiknya perlu kita pikirkan dahulu mengapa mereka bersikap demikian. Seringkali anak-anak menuntut sesuatu bukan karena keinginan dari suatu penuntutan itu sendiri melainkan mereka tidak mendapatkan apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

Banyak orang tua yang begitu sadar akan buruknya bersikap terlampau keras. Tetapi saat benar-benar dihadapkan pada kenakalan anak mereka pun menjadi begitu khawatir dan bingung. Mereka justru tambah merasa bersalah jika membiarkan kenakalan itu di depan mata. Mau tidak mau mereka pun tetap bersikap keras juga kepada anak dengan menjewer telinga, mencubit atau memukul pantat.

Ketika orang tua berhasil menghentikan kenakalan seorang anak dengan memukul pantatnya, orang tua pun beranggapan bahwa memukul pantat dapat menghasilkan perilaku yang baik seperti sebutir permen atau sebatang coklat untuk meredam atau tangisan anak.

Pola seperti itulah yang banyak menjebak orang tua. Memukul pantat hanya akan menjadi pemecah sesaat yang jika anak berbuat kenakalan yang sama dipukul lagi dan terus berulang lagi. Hal ini karena memukul pantat anak tidak mendorong anak untuk membuat keputusan-keputusan yang bertanggung jawab. Memukul pantat juga tidak meningkatkan pembuatan keputusan internal. Lebih dari itu, anak yang terlampau sering dipukul pantatnya dapat membuat mereka merasa tidak aman dan memiliki harga diri yang buruk. Apalagi jika kegiatan memukul pantat itu disertai kata-kata makian. Anak akan semakin tidak mempercayai bahwa mereka anak yang baik.

Dr. Sal Severe, seorang psikolog Cartright School District di Phoenix, Arizona, menyatakan bahwa anak yang terlampau sering dipukul pantatnya kemungkinan besar akan menarik dirinya dari pergaulan. Anak yang demikian menjadi terlalu mudah bergairah, terlalu aktif dan ganas. Anak-anak yang sering mendapatkan pukulan/kekerasan secara impulsif, mempercayai bahwa memukul atau berbuat kekerasan memang bagian normal kehidupan. Mereka pun akan belajar memukul kala orang lain berbuat salah dan kala sedang marah. Pemukulan pantat sekalipun dilakukan secara terencana dalam kondisi sadar dan tidak marah masih menciptakan perilaku negatif bagi anak.

Maka sudah saatnya orang tua menghilangkan kebiasaan terlampau sering menghabiskan waktu untuk memberi perhatian kepada hal-hal yang negatif saja pada diri anak. Sikap-sikap baik pada diri anak menjadi tertututpi karena orang tua yang selalu memfokuskan perhatian pada kenakalan anak. Saat orang tua terlalu memberikan perhatian negatif dan mengabaikan hal yang positif dalam diri anak, secara tidak langsung mereka telah mengajarkan kepada anak untuk berbuat negatif. Anak akan selalu berbuat nakal saat mereka ingin mendapatkan perhatian.

Karena itu sudah saatnya kita mengganti kebiasaan-kebiasaan negatif dengan memberikan umpan balik positif pada diri anak. Orang tua jangan berpikir bahwa kebaikan yang dilakukan oleh anak memang sudah semestinya dilakukan. Hargailah dengan sikap dan kata-kata. Ini akan menciptakan kepercayaan diri dan perasaan mampu, juga menambah semangat anak untuk berbuat lebih baik lagi di masa yang akan datang.

 

Dari berbagai Sumber

 

Paulus Budi Winarto

Guru SMP Pendowo Ngablak-magelang.







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :